Ciri-ciri Showroom Motor (Dealer) Tidak Resmi

  • -
dealer motor tidak resmi

Ciri-ciri Showroom Motor (Dealer) Tidak Resmi

Seiring dengan perkembangan waktu, di wilayah Jabodetabek bermunculan showroom sepeda motor (dealer tidak resmi) yang juga menjual unit baru. Pada tingkatan pengelolaan individual yang profesional, kehadiran mereka cukup membantu dealer resmi untuk membantu transaksi jual beli sepeda motor. Tetapi disinyalir juga banyak showroom yang nakal yang ciri-cirinya patut diwaspadai oleh masyarakat. Jangan karena lokasinya dekat (bertetangga), maka anda mudah terbujuk rayuan yang bisa saja merugikan dari pihak yang tidak bertanggung jawab ini.

Kalau showroom tidak resmi yang bertanggung jawab, biasanya sering diikutkan dalam program workshop dealer resmi. Seperti halnya beberapa jaringan pemasaran kami di Cikupa, Balaraja, Ciputat dan area lainnya, mereka sering kami libatkan aktif melakukan pemasaran yang programnya sama dengan Suzuki Sitanala. Ciri ini harus anda kenali dengan seksama.

dealer motor tidak resmi

Showroom Non Resmi Di Trotoar

Adapun dealer non resmi yang biasanya ikut memasarkan sepeda motor baru di wilayah Jabodetabek adalah sebagai berikut:

  1. Tidak memasang logo brand permanen.
  2. Biasanya memajang unit campuran diantaranya: motor bekas maupun baru yang berlainan merek.
  3. Kondisi showroom tidak memenuhi standar. Para pemegang merek resmi biasanya menetapkan desain layout seragam untuk saluran distribusinya. Misalnya minimal luas dealer, kepemilikan sah atas ruko (bukan sewa), standar unit yang harus dipajang baik secara jumlah maupun tipe motor baru yang harus ada. Jadi bukan lapak asal-asalan yang bahkan berjualan di trotoar.
  4. Pada showroom non resmi tidak menggunakan lantai keramik.
  5. Ciri tidak adanya ruang sales counter khusus yang melayani penjualan.
  6. Pengiriman unit tidak menggunakan mobil pengiriman dengan logo brand.
  7. Pengiriman unit tidak menggunakan surat jalan, tanda terima dan kuitansi resmi. Dengan kata lain, dokumen pengiriman berbeda antara yang disampaikan kepada pelanggan dengan nama showroom mereka.
  8. Tanda terima motor tidak disertai kuitansi diskon. Hal ini disebabkan karena diskon yang didapat, sebagian atau seluruhnya dijadikan keuntungan pribadi.
  9. Tidak adanya keberadaaan bengkel yang akan menjamin purna jual motor.
  10. Ciri lainnya adalah tidak adanya pemahaman detail tentang produk. Contohnya pada varian Satria injeksi terbaru, biasanya pihak dealer tidak resmi tidak paham perbedaan masing-masing tipe secara detail.

Semua ciri-ciri di atas sangat mudah dikenali secara visual. Anda patut waspada jika melakukan transaksi pembelian melalui oknum dealer non authorized yang nakal. Memang, tidak semuanya berlaku curang. Seperti yang kami jelaskan di awal, masih ada yang cukup profesional yang akan membantu pelanggan tanpa menyembunyikan hal-hal penting dan tidak semata-mata mengeruk keuntungan dari konsumen yang tidak paham.

Jika anda ragu terhadap keberadaan sebuah dealer, cari informasi yang sebanyak-banyaknya sebelum melakukan transaksi. Bila perlu, luangkan waktu anda mengunjungi layanan penjualan motor yang resmi, yang biasanya ada dalam radius 10 KM di Jakarta.

Info Menarik Lainnya